Minggu, 02 Juni 2013

Rapuh Aku

bertahan aku sendiri dalam belantara
tenggelam diantara larutnya pasang
mencoba memahami
mengerti keegoisan
andai cinta yakinkan kau tentangku
aku tak kan pernah tersesat
kau dimana, saat kubuka jendela dan tersadar dari mimpi yang terbuang..
achhh...
benarkah,,???
rasanya aku tak ingin terbangun dan menemukan jalan keluar dari belantara ini
karena disini aku menemukanmu...
selamanya,..
tapi waktu memintaku Tuhan...
aku mencintai ia, tapi egoistis menjadi tahta dalam kabut yang tebal...
bagaimana mungkin ? menyatukan keretakanku?
bagaimana? tanyaku pada sang fajar...
tak ingin lagi berbalik arah, akan ku genggam kau dalm relungku
walau dirimu tak lagi disisiku...

Senin, 22 April 2013

Jenuh



Senja  beranjak ..
Tak berarti apa-apa
Tersenyum pun tak mampu.
Kuncup kembali sebelum mekar
Ia rapuh dalam goresan nanah yang mendidih.
Lelah mengayomi nalurinya..
Ahhh …
menyerah saja..
cukup terhenti dalam genangan putus asa

Senin, 04 Maret 2013

Kepada Mars

Mars...
ini adalah surat ke dua ku padamu..
aku tidak dapat lagi melihat walau aku tak buta,
tapi entahlah, aku masih mencari ketulusan hati..
aku tidak akan pernah berhenti sebelum smuanya bersahabat ..
kembali ku genggam..
sekarang aku tlah berani bermimpi..
ini bukan tentang sebuah angan tapi keinginan..
ia hadir ketika aku hendak tumbang, terbantai oleh gergaji-gergaji kecil
Mars, tapi aku bingung
ia masih saja menemuiku...
datang padaku saat hatinya terkoyak oleh waktu..
tapi mengapa keberanianku mati?
dimana ia terkubur bersama fosil-fosil ribuan tahun silam..

ahhh bagaimana ini?
jika pada saatnya, hujan akan menjadi timah panas
aku pun tak mampu mengatakan TIDAK
mengapa?
cinta yang membuatku lemah,
terkikis perlahan, namun benci ku padanya terganti ..
aku ingin menghempaskannya, seperti ketika laut marah pada ombak
tapi bagaimana?
beritahu aku cara yang tepat..
dimana aku harus menemukannya agar ia terganti oleh ketulusan..

Mars,,
aku rindu pada suara termerdu yang sering ku dengar..
mengalun bersama hembusan nafasku...
aku ingin mengulanginya..
mustahil...
aku tlah terlampau jauh bersama jejak-jejak kaki mimpiku...
kembali berarti aku gagal..
tapi aku rindu padanya
walau ia berada di dunia yang berbeda
padaku ia bersandar dan dimatanya ku temukan ketulusan yang tak terhingga..
seperti populasi oksigen..


Jumat, 22 Februari 2013

Muhasabah

MUHASABAH

Robbi……
Aku malu menghadap-Mu
Karena aku tahu……
Betapa banyak dosa yang terpoles di wajah ini
Betapa banyak cumbu rayu semu yang menyeretku kian jauh dari-Mu
Aku malu menatap-Mu walau lewat kerling dari sudut mataku
Karena aku tahu betapa banyak nista yang kubiarkan lewat di pandangku
Menjual mimpi harapan palsu
Dan semakin terlena-lah aku
Terbuai melupakan Mu

Robbi….
Sungguh aku malu tuk tegak berdiri di hadapan-Mu
Karena aku tahu……
Betapa angkuh dan aniayanya aku
Merasa diri begitu besar dan sempurna
Sehingga syukurku jatuh limbung diterjang nafsu dan kesombonganku

Tapi…..ya Robbi…
Biarkan aku malu dan menyesali masa lalu
Tuk mulai arif menghitung-hitung setiap detik yang kian membentang
Yang mungkin Kau sisakan untukku
Biaskan cakrawala baru tuk mengubah kelam hidupku

Biarkan aku malu Ya Robbi
Di penghujung malam yang hening milik-Mu
Dalam tangis dan munajatku yang paling bening
Biarkan aku tumpahkan segala rasa
Di atas sajadahku yang penuh air mata………

Manajemen Waktu



Dalam surat Al-Ashr : 1-3, Allah SWT telah memperingatkan kita akan pentingnya sebuah waktu juga dalam surat Al-Fajr, Ad-Dhuha, dan lain-lain. Menurut pendapat ahli tafsir apabila Allah sesuatu dan ciptaan-Nya, maka itu untuk menjadikan pandangan manusia tertuju kepada-Nya. Dan mengingatkan mereka akan manfaat yang besar dan pengaruhnya yang abadi.
Waktu adalah harta termahal yang dimiliki manusia dan tidak bisa dicari penggantinya. Seorang muslim yang menyia-nyiakan waktu seharusnya karena telah menyia-nyiakan kehidupaanya sendiri. Seorang sahabat Rasulullah SAW, yang bernama Ibnu Mas’ud pernah berkata, ”Aku tidak pernah menyesali sesuatu. Penyesalanku ada pada hari yang telah berlalu. Karena umurku berkurang sementara amalku tidak bertambah.” generasi sahabat selalu mengganggap bahwa mereka telah berbuat  ingkar  pada  Allah jika waktu berlalu tanpa manfaat, baik bagi diri mereka sendiri  maupun untuk orang lain.
Lalu bagaimana dengan kita ? perhatian kita terhadap waktu sering diabaikan. Kita begitu asyik dengan berbagai aktifitas  yang menyebabkan waktu hilang sedangkan nilainya di sisi Allah tidak ada. Waktu sering kali kita habiskan di depan komputer untuk main game, mengunjungi orang lain, mendengarkan musik atau lagu-lagu barat dan yang paling sering adalah menonton TV. Inilah penyakit yang tidak hanya melanda di kota tapi juga di pedesaan.
Rasulullah SAW dalam hadistnya telah banyak  memberikan pesan yang amat penting yang berkaitan dengan waktu. Salah satunya sunnah Nabi yang menetapkan nilai waktu dan menetapkan tanggung jawab manusia terhadapnya di hadapan Allah SWT pada hari kiamat hingga dua di antara empat pertanyaan yang terpenting yang akan dipertanyakan di hari perhitungan nanti adalah mengenai waktu.
Dari Mu’adz bin Jabal, bersabda Rasulullah SAW, ”Tidak akan tergelincir dalam kurung binasa kedua kaki seorang hamba dihari kiamat hingga ditanyakan kepadanya empat perkara. Usianya untuk apa dia habiskan, hartanya darimana dia dapatkan dan pada siapa dia keluarkan serta ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya.”  (HR. Bazzar dan Thabrani )
Peringatan Allah dan Rasul-Nya seharusnya menggugah kita untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Namun seringkali banyak di antara kita mencoba membuat pemaafan-pamaafan sendiri dengan berkata tidak mampu. Mari kita berintrospeksi diri, apakah kita mampu atau godaan setan yang begitu kuatnya sehingga kita merasa enggan? Hendaknya kita takut akan murka Allah pada seorang hamba yang menyia-nyiakan waktunya.


MENYIASATI WAKTU 
Seorang ulama besar Dr. Yusuf Qardawi dalam bukunya ”Waktu Dalam Kehidupan Muslim” memberi kiat-kiat bagi kita agar ampu menyiasati waktu dan mengisinya dengan hal-hal yang dapat mendatangkan balasan pahala dari Allah SWT.
1.     Menjaga manfaat waktu
      Kewajiban muslim yang utama terhadap waktu adalah menjaganya sebagaimana dia menjaga hartanya, bahkan harus lebih dari itu. Kemudian ia harus manfaat dari waktunya untuk kepentingan dan dan dunianya, serta untuk kebahagiaan dan kebaikan umatnya.
      Agar manfaat waktu menjadi optimal, seorang muslim harus pandai-pandai mengatur waktu. Ia harus tahu kapan suatu pekerjaan harus didahulukan, penting, dan kurang penting. Membagi-bagi pekerjaannya dalam beberapa tahap agar tidak tumpang tindih. Dengan pengaturan waktu yang efektif  insya Allah seorang muslim mampu melaksankan pekerjaan dengan baik.
      Dengan melakukan ibadahnya seorang muslim harus mengetahui waktu-waktu istimewa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Mendekatkan diri kepada-Nya di akhir malam berdua di waktu-waktu istimewa yang sama kita ketahui. Sekarang tinggal kita memanfaatkannya.
2.     Tidak menyia-nyiakan waktu
      Sunggu orang yang telah menyia-nyiakan waktunya lebih patut mendapatkan peringatan dibanding dengan orang yang menyia-nyiakan hartanya. Menyia-nyiakan waktu adalah lambang kebodohan. Muslim yang benar tidak akan membiarkan waktunya hilang percuma. Mengapa? Sebab ia tahu bahwa di setiap waktu ada aktivitas yang harus dikerjakan. Menyia-nyiakan waktu berarti mempersulit diri dengan menumpuk pekerjaan. Orang-orang yang terbiasa menggunakan waktunya untuk perbuatan yang sia-sia (laghwi), jelas akan tertinggal jauh. Waktu luang yang diisi dengan perbuatan laghwi cenderung membawa seseorang kepada kemaksiatan.
3.     Berlomba-lomba jalan kebaikan
      Orang mukmin yang mengerti akan manfaat waktu, merupakan keharusan baginya untuk selalu mengerjakan kebaikan. Dan tak layak baginya untuk menunda kewajiban hari ini ke hari yang lain dengan alasan malas atau berat hati. Ada sebuah pepatah, ”Takkan kutunda pekerjaan hari ini hingga esok bagi orang-orang yang malas. Sesungguhnya hari esok bagi orang-orang yang malas.” Al-Qur’an sendiri menganjurkan manusia agar berlomba-lomba dalam kebaikan. ”Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada Allah pasti akan mengumpulkan kalian.” (Q.S.2:146).
4.     Belajar dari perjalanan hari demi hari
      Berlainan masa dan berputarnya siang dan malam mengandung banyak pelajaran bagi orang beriman. Peristiwa dari kejadian yang berlalu memiliki hikmah yang dapat menyadarkan kita akan kekurangan dan kelemahan kita akan keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala. (QS.3:2; 4:44)
5.     Mengatur waktu
      Seorang mukmin harus mampu mengatur dan membagi waktunya antara kewajiban dari pekerjaan serta dunia dan akhiratnya. Sehingga tidak tumpang tindih antara yang penting dengan yang tidak penting. Dan antara yang telah ditentukan waktu dengan yang belum ditentukan. Pekerjaan yang harus didahulukan dan pekerjaan yang terbatas waktunya harus dikerjakan tepat waktu.
      Diriwayatkan oleh rasulullah dari lembaran Nabi Ibrahim, ”Orang yang  berakal dan dapat mengendaliakannya seharusnya memiliki 4 waktu :
1.     Waktu untuk memunajat pada Rabbnya
2.     Waktu untuk introspeksi
3.     Waktu untuk memikirkan ciptaan Allah
4.     Waktu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani dari makan dan minum.
      Biasanya orang dengan etos kerja yang tinggi, dialah yang bertanggung jawab. Terhadap pembagian waktu. Walaupun demikian, hendaklah dalam waktu yang luang meski sedikit, karena hati atau jiwa juga merasakan lelah dan bosan seperti halnya tubuh. Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ”Berilah hatimu waktu sekedar untuk beristirahat. Karena hati itu kalau dipaksa akan menjadi buta. ”
6.     Bagi tiap waktu ada aktivitasnya
      Seorang mukmin harus menyadari bahwa waktu menuntut aktivitas hati, jiwa, dan perbuatan untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan raganya. Khalifah Abu Bakar r.a. pernah berkata, ”Ketahuilah, bagi Allah perbuatan di siang hari, ia tidak akan menerimanya di malam hari. Dan baginya perbuatan di malam hari. Ia tidak akan menerimanya di siang hari.”
      Maka yang terpenting bukanlah seorang itu dapat berbuat apapun dan pada saat kapanpun, tetapi ia dapat mengerjakan segala sesuatu pada waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu kewajiban manusia kepada Allah harus dilaksanakan tepat pada waktunya tidak boleh didahulukan atau diakhirkan.

Gelombang Samudera Jilbab

Jilbab  adalah furqan
Batas antara haq dan batil
Jarak  antara keindahan dan keburukan
Kami………..
Jilbab-jilbab ini adalah bahasa dien kami
Bahasa sosial dan bahasa kebudayaan kami
Jilbab adalah sikap kami
Keputusan kami
Proses perjuangan kami
Pernyataan akidah kami
Proses belajar dan pencarian kami
Keberanian di tengah  hari-hari  yang sangat menakutkan
Percikan cahaya di tengah kegelapan
Kejujuran di tengah kelicikan
Kelemahan di tengah kebrutalan
Kebersahajaan di tengah kemunafikan
Perlindungan di tengah sergapan
Kami belajar menyarungkan jilbab keyakinan kepala kami
Pilihan jilbab keberanian dan jilbab istiqamah
Di dalam hati  nurani kami
Di akal sehat kami
Di seluruh jiwa kepribadian kami
Inilah kami…………
Jilbab kebudayaan, kemasyarakatan, kain, dan rohani
Jilbab anugerah illahi rabbi
Kami tahu bagaiman menapak dalam irama
Batas untuk tidak tergesa-gesa
Mengerti untuk tidak melompati waktu dan kenyataan
Bagaimana bernafas setarikan demi setarikan
Selangkah demi selangkah, hikmah demi hikmah
Rahasia demi rahasia
Kemenangan demi kemenangan
Wahai………
Jangan terlalu meremehkan kami
Kami sekarang ini sedang menghimpun akal sehat
Membangun hati-hati yang bersih
Menapaki langkah-langkah yang paling tepat untuk kami pilih…
Kamilah samudera jilbab
Gelombang perjuangan yang tak mungkin bisa berhenti kecuali atas kehendak-nya