Selasa, 15 Januari 2013

Ketika Akhwat Jatuh Cinta


Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh ketika merah jambu mulai merasuk kedalam relungnya
mereka adalah manusia... 
Bukankah cinta adalah fitrah manusia??? 
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta??? 
Mereka juga memiliki cinta...
Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta menyapa relungnya???
Tak ada senyum yang terbit diantara kedua bibirnya, tak ada rona malu di wajah, tak ada degupan jantung yang membuncah  di dada...
Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
atas sebuah hijab yang melanglangbuana ke negeri yang di sebut lalai.
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, 
mengiringi setiap detik nafas yang berhembus
yang mereka rasakan adalah terkurung di balik jeruji dosa akan cinta yang tak suci lagi...
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah rasa yang tak semestinya…
Tak akan ada wajah memerah, tak ada rona malu… 
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi isak tangis penyesalan atas cinta-Nya yang ternoda… 
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah… 
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai terkoyak…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta…
Bukan kebersamaan yang ia inginkan …
Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…
Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…
 Ia akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya… Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta… Karena penyesalan yang tidak pernah berujung…
Tapi ukhti… Bersabarlah… Jadikan ini ujian dari Rabbmu…
Matikan rasa itu secepatnya… Pasang tembok pembatas antara kau dan dia… Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai… Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…
Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…
Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya... Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…
Semua Akan Indah Pada Waktunya…

Kamis, 10 Januari 2013

You Are Not Alone

   Siluet tlah tersenyum di ufuk barat, ia menaungi sebingkai hati yang lumpuh. entah kapan ia bisa terlepas dan bisa terbang bebas bersama dengan sekawanan merpati putih yang kerap kali bertengger  pada pohon bereyonska ketika musim semi datang. Sebenarnya, ia sudah lama merindukan sosok yang mampu menyembuhkan kelumpuhannya itu. 
   tapi ia bingung, harus kemana lagi ia mencari. tak perlu sempurna tapi ia mampu memahami siapa dan seperti apa sebenarnya dirinya. hanya itu yang ia butuhkan. karena orang tua yang slama ini menjadi tumpuannya entahlah dimana. bahkan ia lupa kapan terakhir kali ia bertemu dengan orang tuanya.  ia lupa kapan terakhir kali ia menyebut perempuan yang tidak pernah menginginkan kehadirannya tapi tetap saja ia sebut perempuan itu ibu. semenjak neneknya berpulang ke rahmatullah, hidupnya seperti beling-beling kaca. tak tau arah. ia benar-benar tersesat dalam kegelapan. tak ada lagi tempat berbagi. sebut saja gadis malang ini adalah Mischa. ia adalah gadis belia yang tak berdosa akan tetapi karena orang tua yang selalu menyalahkan kehadirannya, hidupnya tanpa tujuan dan arah.
     Sore itu, di tepi danau di dekat kampusnnya, ia termenung seorang diri. sesekali ia tersenyum melihat bayangannya di air, tubuhnya sungguh kurus, penampilannya tidak terurus. huuufff, Tuhan, mengapa aku harus sendiri? mengapa kau tak menyuruh malaikat maut menjemputku agar aku bisa bersama dengan nenek? Tuhan..... ia mengeluh sekuat tenaganya. mata hatinya telah buta dengan keputus asaannya. ia hampir saja menceburkan dirinya ke danau.
 jangannnnn.. teriak gadis mungil  yang sejak tadi memperhatikan tingkahnya . rupanya gadis ini juga pernah mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan mischa. tapi sekarang ia bukanlah gadis yang suka mengeluh lagi. tanpa di perintah gadis ini angkat bicara " teman, kamu tidak sendiri, jangan mengakhiri hidupmu hanya karena putus asa menguasai batinmu. kamu tidak sendiri. ingat Allah dan aku akan selalu bersama mu."
   "Tau apa kamu tentang hidup saya?"
  " saya tau karena saya pernah ada di posisismu, tanpa kau ceritakan sekalipun."

   Nisa pun merangkul orang yang slama ini tlah lama ia perhatikan dari jauh dan gadis itu kini berada dalam rangkulannya. ketika adzan menggema, Nisa mengajak sahabat barunya itu ke aspuri tempat dimana ia mengarungi samudera perjuangan. samudera yang tlah mengukuhkan prinsip hidup dan ukhuwah . sekalipun ombak mengombang-ambingkannya tapi ia tak akan goyah. nisa sangat berharap mischa tidak pernah merasa sendiri lagi.

... Bersambung...