Kamis, 10 Januari 2013

You Are Not Alone

   Siluet tlah tersenyum di ufuk barat, ia menaungi sebingkai hati yang lumpuh. entah kapan ia bisa terlepas dan bisa terbang bebas bersama dengan sekawanan merpati putih yang kerap kali bertengger  pada pohon bereyonska ketika musim semi datang. Sebenarnya, ia sudah lama merindukan sosok yang mampu menyembuhkan kelumpuhannya itu. 
   tapi ia bingung, harus kemana lagi ia mencari. tak perlu sempurna tapi ia mampu memahami siapa dan seperti apa sebenarnya dirinya. hanya itu yang ia butuhkan. karena orang tua yang slama ini menjadi tumpuannya entahlah dimana. bahkan ia lupa kapan terakhir kali ia bertemu dengan orang tuanya.  ia lupa kapan terakhir kali ia menyebut perempuan yang tidak pernah menginginkan kehadirannya tapi tetap saja ia sebut perempuan itu ibu. semenjak neneknya berpulang ke rahmatullah, hidupnya seperti beling-beling kaca. tak tau arah. ia benar-benar tersesat dalam kegelapan. tak ada lagi tempat berbagi. sebut saja gadis malang ini adalah Mischa. ia adalah gadis belia yang tak berdosa akan tetapi karena orang tua yang selalu menyalahkan kehadirannya, hidupnya tanpa tujuan dan arah.
     Sore itu, di tepi danau di dekat kampusnnya, ia termenung seorang diri. sesekali ia tersenyum melihat bayangannya di air, tubuhnya sungguh kurus, penampilannya tidak terurus. huuufff, Tuhan, mengapa aku harus sendiri? mengapa kau tak menyuruh malaikat maut menjemputku agar aku bisa bersama dengan nenek? Tuhan..... ia mengeluh sekuat tenaganya. mata hatinya telah buta dengan keputus asaannya. ia hampir saja menceburkan dirinya ke danau.
 jangannnnn.. teriak gadis mungil  yang sejak tadi memperhatikan tingkahnya . rupanya gadis ini juga pernah mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan mischa. tapi sekarang ia bukanlah gadis yang suka mengeluh lagi. tanpa di perintah gadis ini angkat bicara " teman, kamu tidak sendiri, jangan mengakhiri hidupmu hanya karena putus asa menguasai batinmu. kamu tidak sendiri. ingat Allah dan aku akan selalu bersama mu."
   "Tau apa kamu tentang hidup saya?"
  " saya tau karena saya pernah ada di posisismu, tanpa kau ceritakan sekalipun."

   Nisa pun merangkul orang yang slama ini tlah lama ia perhatikan dari jauh dan gadis itu kini berada dalam rangkulannya. ketika adzan menggema, Nisa mengajak sahabat barunya itu ke aspuri tempat dimana ia mengarungi samudera perjuangan. samudera yang tlah mengukuhkan prinsip hidup dan ukhuwah . sekalipun ombak mengombang-ambingkannya tapi ia tak akan goyah. nisa sangat berharap mischa tidak pernah merasa sendiri lagi.

... Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar