Di sudut malam
Halilintar menyapu rasaku
meluluh lantakkan segenap inspirasiku
Ia tertelan oleh kata yang tak seharusnya menyeka telinga dan hati
entahlah, Ia menghilang ketika hujan mengguyur bola mataku,
ya Tuhan..
Sanggupkah?
mampukah?
Bisakah?
Bagaimana mungkin?
akan sebuah mimpi yang baru saja berlalu..
9 Mei yang lalu..
aku masih dalam genggamannyamenciptakan pelangi dan melukiskannya pada jiwa yang berbeda
menyatukannya jauh di ufuk relungku
sajk-sajak ini kan menjadi saksi
tentang kisah aku, kau dan Hari ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar